Peluncuran Buku Biografi - Kim Teng, Dari Pejuang Hingga Kedai Kopi
Minggu, 16 Januari 2022 Kegiatan0 Comments

Peluncuran Buku Biografi - Kim Teng, Dari Pejuang Hingga Kedai Kopi

PEKANBARU - Nama Kim Teng lebih dikenal masyarakat Pekanbaru sebagai merek kedai kopi ketimbang sebagai seorang pejuang. Kim Teng juga seorang pejuang yang terlibat langsung pada masa perang kemerdekaan serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Kim Teng tergabung dalam kesatuan Tentara Rahasia Resimen IV Devisi IX.

Perjuangan Kim Teng dalam masa kemerdekaan serta bisnis kedai kopi yang dibangunnya dapat dilihat dalam buku biografi Kim Teng, Dari Pejuang Hingga Kedai Kopi. Buku edisi ketiga yang ditulis akademisi dan budayawan Tionghoa, Dr Nyoto Ph D. Buku diluncurkan di Mal SKA Pekanbaru, Minggu (16/1/2022).
 
Turut dihadiri Gubernur Riau yang diwakili Kepala  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Jenri Salmon Ginting AP M SI, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Provinsi Riau, Brigjen Amino Setya Budi, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Stephen Sanjaya, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau, Fachri Yasin serta berbagai perwakilan ormas Tionghoa dan ormas yang tergabung dalam FPK. Kemudian perwakilan dari keluarga Kim Teng.
 
Dalam kata sambutannya, Ketua PSMTI Riau, Stephen Sanjaya mengatakan, buku  biografi Kim Teng, Dari Pejuang Hingga Kedai Kopi menunjukkan Tionghoa bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Kim Teng, penulis dan pihak lainnya, sehingga buku biografi Kim Teng, Dari Pejuang Hingga Kedai Kopi edisi ketiga bisa diluncurkan. Semoga menjadi motivasi bagi generasi muda," tambahnya.
 
Dikatakannya, ini merupakan cetakan ketiga yang awalnya ditargetkan dicetak 1000 buku bersempena Hari Pahlawan, 10 November 2021. Namun banyak kalangan donatur yang terpanggil untuk turut memperbanyak buku biografi Kim Teng hingga akhirnya dicetak 3000 buku yang akan dibagikan ke komponen anak bangsa.
 
"Sebenarnya masih ada beberapa pejuang dan tokoh Tionghoa lainnya yang ikut berjuang mengusir kolonialisme di berbagai daerah di nusantara," terangnya.
 
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Riau berharap generasi muda mengetahui Kim Teng yang merupakan  pejuang dari warga Tionghoa dan akan disampaikan ke siswa tingkat SD, SMP dan SMA maupun untuk perpustakaan.
 
Dr Nyoto Ph D yang menulis buku biografi Kim Teng, Dari Pejuang Hingga Kedai Kopi mengatakan, suatu kehormatan dapat menyusun sebuah buku biografi, apalagi tentang seorang pelaku sejarah, khususnya di Riau.
 
"Buku cetakan pertama diterbitkan pada tahun 2002, cetakan kedua tahun 2016 dan cetakan ketiga tahun 2022 dengan tambahan kata pengantar. Buku sudah melalui proses interview, konfirmasi, editing, layout hingga penerbitan. Kita harus cek secara faktial, karena merupakan fakta sejarah," jelasnya.
 
Dikatakannya, sosok Kim Teng punya kontribusi terhadap negara dan berjiwa sosial.
 
Nyoto mengatakan, sebenarnya tidak ada bagian tersulit dari penulisan buku biografi Kim Teng, Dari Pejuang Hingga Kedai Kopi, hanya masalah ingatan para orang tua. Terutama mengenai waktu, tanggal, jam, hari dan bulan serta tahun.
 
Kabinda Provinsi Riau, Brigjen Amino Setya Budi mengaku sudah lama mendengar nama Kim Teng. "Buku ini melengkapi buku-buku intelijen lainnya  yang pernah mengabdikan diri untuk negara. Buku akan saya kirin ke BIN, pusat intelijen dan lainnya," ungkapnya.
 
Anak ke-6 Kim Teng mewakili keluarga, Sunnarya Tenggana berharap buku biografi  Kim Teng, Dari Pejuang Hingga Kedai Kopi dapat memberikan inspirasi, terutama kepada generasi muda.
 
Dalam buku biografi tertulis Kim Teng mempuyai nama lengkap Tang Kim Teng Alias Tang A Ngau (Marwady). Lahir di Singapura, Maret 1921 dan tergabung dalam kesatuan Tentara Rahasia Resimen IV Devisi IX dengan jabatan anggota siasat perang dan perbekalan resimen IV Devisi IX Banteng Riau.


Penghargaan yang diperoleh Tang Kim Teng  :

-Satyalencana peristiwa perang kemerdekaan pertama (5 Oktober 1958) yang ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Djuanda.
 
-Satyalencana peristiwa perang kemerdekaan kedua (1958)  yang ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Djuanda.
 
-Anugerah tanda jasa pahlawan dari Presiden Republik Indonesia (5 Oktober 1958) yang ditandatangani oleh Soekarno.
 
-Surat Keputusan (SK) pengakuan, penegesahan dan penganugerahan gelar kehormatan veteran pejuang kemerdekaan RI (12 Maret 1982) yang dikeluarkan atas nama Menteri Keamanan/Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
 
- Piagam penghargaan dan medali perjuangan angkatan 45 dari Dewan Harian Nasional Angkatan 45 (17 Agustus 1995) ditandatangani oleh Ketua Umum Dewan harian Nasional Jenderal TNI (Purnawirawan) H Surono.
 
- Plakat penghargaan dari pengurus Yayasan Sosial Panca Bhakti Pekanbaru (1989)

Sumber Berita: https://www.metroriau.com/berita/12159-kim-teng-dari-pejuang-hingga-kedai-kopi.html

Share:

0 Comments on "Peluncuran Buku Biografi - Kim Teng, Dari Pejuang Hingga Kedai Kopi"

    Apakah Anda ingin berbagi pemikiran?

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang harus diisi ditandai *

    wwwwww