PSMTI Riau Nobar Film Dear You, Kisah Cinta dan Rahasia di Balik Surat Perantau
PEKANBARU - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau melaksanakan Nonton Bareng (Nobar) film Dear You atau surat cinta untuk nenek. Nobar dilaksanakan di Cinepolis Mal Pekanbaru, Minggu (9/8/2026).
PEKANBARU - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau melaksanakan Nonton Bareng (Nobar) film Dear You atau surat cinta untuk nenek. Nobar dilaksanakan di Cinepolis Mal Pekanbaru, Minggu (9/8/2026).
Nobar dibagi dalam tiga sesi, pertama pukul 13.00 WIB, sesi kedua pukul 15.30 WIB dan sesi tiga pukul 18.00 WIB. Ikut dalam Nobar Ketua PSMTI Riau, Lindawati, Sekjen PSMTI Riau, Romo Toni, Ketua Harian, Jailani Tan serta pengurus PSMTI Riau lainnya.
Ketua PSMTI Riau, Lindawati mengatakan, disediakan sekitar 200 tiket Nobar untuk pengurus PSMTI Riau, PSMTI Pekanbaru, PSMTI Kampar, Persatuan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti) PSMTI Riau, koko Cici, Didi Meimei dan lainnya.
Dipilihnya film surat cinta untuk nenek, lanjutnya, karena banyak pelajaran yang bisa diambil dari film drama keluarga Tiongkok tersebut. "Bagaimana orang-orang tua kita yang pergi merantau ke Asia Tenggara harus berjuang dan bekerja keras untuk menghidupi keluarga," ujarnya.
Lindawati berharap generasi muda memahami dan mengambil pelajaran dari film surat cinta untuk nenek.
Sementara itu, Sekjen PSMTI Riau, Romo Toni menambahkan banyak hikmah yang diambil dari film yang lagi populer di Asia Tenggara tersebut. Di antaranya pergi merantau ke Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia tidak semudah yang dibayangkan. Banyak tantangan yang harus dihadapi. "Film dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda," ungkapnya.
Film Surat Cinta Untuk Nenek menggunakan dialek 'Teochew' meraih popularitas saat diputar di negara-negara Asia Tenggara. Menghadirkan kisah keluarga, cinta, dan rahasia masa lalu yang tersimpan melalui surat-surat dari seorang perantau. Film mengikuti perjalanan seorang cucu yang pergi ke Thailand untuk mencari kakeknya demi menyelesaikan persoalan utang keluarga.
Namun, pencarian tersebut justru membuka teka-teki baru. Surat dan kiriman uang yang selama puluhan tahun diyakini berasal dari sang kakek ternyata dikirim oleh sosok lain. Dari sinilah kisah Dear You berkembang menjadi perjalanan untuk mengungkap kebenaran di balik hubungan dan pengorbanan sebuah keluarga.
Surat-surat tersebut bukan sekadar bukti komunikasi antara perantau dan keluarganya, tetapi menyimpan kisah tentang cinta, keputusan sulit, dan pengorbanan yang selama ini tidak diketahui generasi berikutnya.
Film Dear You dibintangi sejumlah aktor Tiongkok dan Thailand. Beberapa pemeran utama hadir dalam versi karakter yang berbeda untuk menggambarkan perjalanan cerita lintas waktu.
Film mulai diputar di bioskop-bioskop Singapura, Brunei dan Malaysia dan Hong Kong serta Makau sejak 18 Juni setelah sebelumnya ditayangkan perdana di Tiongkok Daratan pada 30 April 2026.*